"In Memoriam", Victoria Maria Clara Van Groenendael,
2023
DREAMSEA, University of Hamburg
"In Memoriam", Victoria Maria Clara Van Groenendael, Dick Van Der Meij
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
No abstract provided.
"Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis"; Contribution Of Local Knowledge To The Expansion Of The Banten Sultanate On The Nusantara Spice Route,
2023
National Research and Innovation Agency
"Gawe Kuta Baluwarti Bata Kalawan Kawis"; Contribution Of Local Knowledge To The Expansion Of The Banten Sultanate On The Nusantara Spice Route, Rismawidiawati Rismawidiawati, Wuri Handoko, Roni Tabroni, Abd. Rahman Hamid, Muh. Subair
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
So far, the trade and spice route historiography has focused on social, political, and economic aspects. This discussion is also fragmentarily or is part of another focus. No studies have discussed the relationship between local knowledge practices, spice routes, power networks, and Islamization. However, the spice trade and Islamization are two intersecting events important for their connection with the local culture. This article assumes that there was a local knowledge used as a strategy by the Banten rulers as a response to trade, Islamization, and power networks in the sixteenth and seventeenth centuries. It finds that Sultan Maulana Yusuf’s policy, …
Islands, Maps, And Lontara’; Bugis Counter-Mapping On A Nineteenth-Century Map Of Nusantara,
2023
Telkom University, Bandung
Islands, Maps, And Lontara’; Bugis Counter-Mapping On A Nineteenth-Century Map Of Nusantara, Aditya Bayu Perdana, Muhammad Buana
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
This article focuses on a Bugis nautical chart of Nusantara (the Malay Archipelago) from the early nineteenth century known as the Utrecht Map. There are only a few surviving copies of similar Bugis maps, all confiscated from local “pirates” during the colonial era. While graphical elements of the map undoubtedly point to prototypical European maps, careful analysis of its annotations reveals extensive linguistic modification better to reflect Bugis maritime knowledge. Not only are they completely written in Lontara’, the indigenous script of the Bugis, Euro-centric toponyms from contemporaneous maps are consistently replaced by locally derived toponyms from an oral and …
Melacak Pengetahuan Yang Terpinggirkan: Analisis Teori Standpoint Dalam Kebijakan Food Estate Di Kalimantan,
2023
Program Sutdi Magister Ilmu Filsafat, Departemen Ilmu Filsafat,
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas
Melacak Pengetahuan Yang Terpinggirkan: Analisis Teori Standpoint Dalam Kebijakan Food Estate Di Kalimantan, Fajar Yudha Sentana, Fristian Hadinata
Multikultura
Krisis pangan dunia merupakan persoalan dunia yang belum terselesaikan oleh berbagai organisasi yang menaruh perhatian terhadap isu tersebut. Ditambah lagi, pandemi Covid-19 menjadi variabel yang memperburuk krisis pangan dunia. Hal itu direspon oleh pemerintah Indonesia melalui kebijakan food estate di Kalimantan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional 2020-2024 sebagai solusi dari krisis pangan dunia dan mengurangi kebergantungan impor pangan serta sebagai upaya untuk mencapai kedaulatan pangan. Food estate memiliki catatan sejarah kegagalan yang panjang dan menimbulkan banyak persoalan di Indonesia. Tentunya hal ini menjadi fenomena yang menarik untuk dianalisa menggunakan gagasan standpoint dari Sandra Harding. Gagasan ini mencoba membongkar praktik …
Penerapan Konsep Environment, Social And Governance Di Perusahaan Di Asia Timur,
2023
Program Studi Asia Timur, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Penerapan Konsep Environment, Social And Governance Di Perusahaan Di Asia Timur, Chintya Hanindhitakirana Wirawan, Filia Filia
Multikultura
Studi ini melakukan penelitian mengenai konsep ESG (Environment, Social and Governance) yang diterapkan oleh perusahaan-perusahaan di wilayah Asia Timur dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan konsep ESG dalam perusahaan di negara-negara Asia Timur serta menganalisis dampak penerapan konsep ESG dalam perusahaan di negara-negara Asia Timur. Studi ini menggunakan data kualitatif yang diperoleh melalui sumber-sumber kajian pustaka dari buku, jurnal, dan artikel dalam situs web. Hasil penelitian ini adalah negara-negara di Asia Timur memiliki perusahaan dengan penerapan konsep ESG yang baik. Hal ini dapat dibuktikan dengan dampak positif yang mereka berikan bagi dunia internasional. Hal …
Kosakata Bahasa Arab Laras Permainan Daring Dalam Gim Mobile Legends Bang Bang Sebuah Analisis Morfo-Semantik,
2023
Program Studi Arab,Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Kosakata Bahasa Arab Laras Permainan Daring Dalam Gim Mobile Legends Bang Bang Sebuah Analisis Morfo-Semantik, Ibrahim M. Akadji, Basuni Imamuddin
Multikultura
Permainan daring saat ini sangat digemari oleh semua kalangan usia, salah satunya adalah gim Mobile Legends: Bang Bang. Gim ini telah dimainkan oleh jutaan pemain dari seluruh dunia. Oleh karena itu gim Mobile Legends: telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia, salah satunya adalah bahasa Arab. Penelitian ini akan menjelaskan kosakata bahasa Arab laras permainan daring yang digunakan dalam gim Mobile Legends: Bang Bang dengan analisis morfologi dan semantiknya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan data dikumpulkan berupa kosakata bahasa Arab laras permainan daring yang digunakan dalam gim Mobile Legends: Bang Bang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis …
Aksesori Sebagai Identitas Etnik Suku Berber Di Maroko,
2023
Program Studi Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Aksesori Sebagai Identitas Etnik Suku Berber Di Maroko, Muhammad Khairul Febriyanto, Suranta Suranta
Multikultura
Artikel ini membahas mengenai aksesori sebagai identitas etnik. Suku Berber mempunyai berbagai macam jenis akseoris yang menjadi identitas etnik mereka yakni permadani, perhiasan, pakaian, dan tato. Artikel ini hanya membahas tentang permadani dan perhiasan suku Berber. Suku Berber mempunyai permadani yang khas. Permadani suku Berber memiliki banyak kegunaan yaitu sebagai selimut, alas untuk berkuda, alas untuk shalat dan berbagai hal lainnya. Selain itu, permadani dapat dijadikan sebagai hadiah karena permadani dianggap sebagai identitas etnik yang mampu menunjukkan jati diri suku Berber. Suku Berber mempunyai berbagai macam perhiasan yang mereka pakai. Macam-macam perhiasan penting suku Berber terdiri dari kalung, ikat kepala, …
Inklusivitas Pemerintah Jerman Melalui Penggunaan Leichte Sprache Pada Laman Resmi Bundesregierung,
2023
Program Studi Jerman, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Inklusivitas Pemerintah Jerman Melalui Penggunaan Leichte Sprache Pada Laman Resmi Bundesregierung, Yulius Henry Purwanto, Sonya Puspasari Suganda
Multikultura
Diskriminasi terhadap kaum disabilitas masih sering ditemukan di dalam masyarakat, sehingga mendorong pemerintahan di seluruh dunia untuk mengambil langkah dalam mengatasinya. Penelitian ini membahas penggunaan bahasa yang disederhanakan (Leichte Sprache) dalam media sebagai upaya pemerintah Jerman untuk mendorong terciptanya inklusivitas. Data penelitian ini adalah informasi seputar wabah COVID-19 yang tertera di laman resmi pemerintah Jerman yaitu www.bundesregierung.de. Data dianalisis menggunakan teori analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan upaya pemerintah Jerman dalam bersikap inklusif melalui bahasa, yaitu bagaimana bahasa yang digunakan di dalam laman itu juga dapat dipahami oleh para penyandang disabilitas …
Peran Gerakan Sosial Dalam Pengesahan Mariage Pour Tous Di Prancis,
2023
Program Studi Prancis, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Peran Gerakan Sosial Dalam Pengesahan Mariage Pour Tous Di Prancis, Melpa Tresia, Airin Miranda
Multikultura
Mariage Pour Tous (MPT) merupakan undang-undang pernikahan yang memperbolehkan semua orang tanpa memandang gender untuk menikah dan berkeluarga. Pada masa kampanye kepresidenan François Hollande, rencana untuk melegalkan pernikahan sesama jenis adalah salah satu janji yang memicu gerakan sosial baru untuk melakukan aksi kolektif. Gerakan sosial pendukung pernikahan sesama jenis merupakan contoh dari gerakan sosial baru. Hal tersebut dapat dilihat dari motif dan isu yang disuarakan berkaitan dengan hak-hak sipil di dalam lingkup sosial. Usaha yang dilakukan oleh gerakan sosial untuk menuntut persamaan hak sipil sudah dilakukan sejak Pacte Civil de Solidarité (PACS) dikeluarkan pada tahun 1999, tetapi janji kampanye Hollande …
Dark Tourism Di Hashima Pasca Penobatan Dalam World Heritage Unesco,
2023
Program Studi Jepang, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Dark Tourism Di Hashima Pasca Penobatan Dalam World Heritage Unesco, Jemima Alma Sabila, Didit Dwi Subagio
Multikultura
Hashima (Gunkanjima) berhasil tercatat sebagai situs warisan dunia UNESCO pada tahun 2015. Pencatatan pulau ini sempat mendapat penolakan keras dari Korea Selatan karena Jepang tidak mencantumkan sejarah lengkap yang menyangkut kerja paksa warga Korea Selatan dan Tiongkok. Berdasarkan data pemerintah Nagasaki, Hashima mengalami lonjakan pengunjung lebih dari seratus ribu wisatawan setelah namanya tercatat dalam situs warisan dunia UNESCO. Sebelumnya, Hashima hanya dikenal akan dark tourism-nya sebagai pulau hantu, tetapi kini semakin dilirik wisatawan dengan imej yang berbeda setelah pencatatan UNESCO dan pembangunan lokasi wisata penunjang seperti Gunkanjima Digital Museum. Penelitian ini membahas mengenai dark tourism Hashima dan lokasi terkaitnya serta …
Diplomasi Teh Boba: Implementasi Gastrodiplomasi,
2023
Program Studi Cina, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Diplomasi Teh Boba: Implementasi Gastrodiplomasi, Ghania Kendra Ardianti, Albert P. J. Roring
Multikultura
Adanya One China Policy yang menjadikan ruang gerak Taiwan dalam menjalin hubungan dengan negara lain semakin sulit. Soft power menjadi salah satu upaya diplomasi publik yang diambil oleh Taiwan untuk mempertegas status mereka. Melalui praktik gastrodiplomasi dengan teh boba, Taiwan berusaha untuk mengangkat status negaranya dalam kedudukan politik yang abu-abu. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan bagaimana Taiwan menggunakan teh boba untuk menciptakan soft power dan menjadikannya sebagai identitas nasional. Penelitian ini ditulis dengan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif yang menggunakan data sekunder melalui buku, artikel ilmiah, media massa, dan dokumen tertulis lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Taiwan menggunakan pendekatan …
Kewarganegaraan Inklusif: Menempatkan Model Budaya Disabilitas Dalam Teori Multikultural Liberal Will Kymlicka,
2023
Program Studi Filsafat, Departemen Ilmu Filsafat,
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Kewarganegaraan Inklusif: Menempatkan Model Budaya Disabilitas Dalam Teori Multikultural Liberal Will Kymlicka, Hanandhia Lindsy Rustam, Lg. Saraswati Putri
Multikultura
Tulisan ini bertujuan untuk menggambarkan cultural model of disability atau model budaya disabilitas dalam teori multikultural liberal Will Kymlicka. Status kewarganegaraan disabilitas seringkali masih diturunkan menjadi kewarganegaraan pasif atau parsial yang patut dikasihani dan mendapat perhatian paternalistik. Kemunculan advokasi disabilitas sebagai hak kelompok dan bukan hak individu baru-baru ini menuntut kita untuk mengevaluasi secara lebih menyeluruh konsepsi disabilitas sebagai sebuah kelompok non-etnis namun bersifat budaya yang menegosiasikan tempat mereka di wilayah negara. Model budaya disabilitas inilah yang sejalan dengan tujuan teori multikultural liberal Will Kymlicka yang menyatakan bahwa masyarakat yang beragam membutuhkan lebih dari sekedar akses yang setara dan hak-hak …
Prinsip Harmoni (Héxié) Pada Penokohan Li Yunxiang Dalam Film Ne Zha Reborn (Xīnshén Bǎng: Nǎ Zhā Chóngshēng) Karya Zhao Ji,
2023
Program Studi Sastra Cina, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia
Prinsip Harmoni (Héxié) Pada Penokohan Li Yunxiang Dalam Film Ne Zha Reborn (Xīnshén Bǎng: Nǎ Zhā Chóngshēng) Karya Zhao Ji, Chika Asri Oktaviyanti, Adi Kristina Wulandari, Rahadjeng Pulungsari Hadi
Multikultura
Film New Gods: Ne Zha Reborn (Xīnshén bǎng: Nǎ zhā chóngshēng新神榜:哪吒重生) adalah film animasi fantasi yang dirilis pada 12 Februari 2021, disutradarai Zhao Ji (赵霁). Film ini menceritakan tokoh Li Yunxiang yang merupakan sosok kelahiran kembali Ne Zha di masa modern dalam melawan musuhnya yaitu Klan Naga Laut Timur. Ne Zha adalah salah satu dewa dalam mitologi Cina yang ceritanya terdapat dalam novel zaman Dinasti Ming (1368-1644) berjudul Investiture of The Gods (Fēng shén yǎnyì封神演義). Penelitian ini bertujuan membaca representasi prinsip Harmoni (Héxié和谐) dalam konsep Yin-Yang melalui karakterisasi tokoh Li Yunxiang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kualitatif. Hasil …
Preface Vol. 24 No. 3,
2023
Faculty of Humanities, Universitas Indonesia
Preface Vol. 24 No. 3, Susi Moeimam
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
No abstract provided.
Introduction Locating Indonesia’S Cultural Archive; Towards Decolonial And Intersectional Histories Of Indonesia,
2023
Post-doctoral Researcher, VU University Amsterdam and Honorary Senior Fellow, University of Melbourne
Introduction Locating Indonesia’S Cultural Archive; Towards Decolonial And Intersectional Histories Of Indonesia, Sadiah Boonstra, Caroline Drieënhuizen
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
No abstract provided.
Looking Back From The Periphery; Situating Indonesian Provincial Museums As Cultural Archives In The Late-Colonial To Post-Colonial Era,
2023
Universitas Airlangga
Looking Back From The Periphery; Situating Indonesian Provincial Museums As Cultural Archives In The Late-Colonial To Post-Colonial Era, Adrian Perkasa, Ajeng Ayu Arainikasih
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
Discussions on post-coloniality are often situated either in the centre of the colonizer or colonial metropole or the centre of the former colonized. The local perspective, especially in Indonesia, seems overlooked in existing literature, whereas it could be regarded as the cultural archive of the colonial era to post-independence Indonesia. Edward Said (1994) has said that cultural archives are a storehouse of a particular knowledge and structures of attitude and a reference to and structure of feelings. Gloria Wekker (2016) elaborates on the cultural archive; it has influenced historical cultural configurations as well as current dominant, cherished self-representations and culture. …
Marginalizing Colonial Violence At The Beginning Of The 21st Century The Representation Of Colonial Military Expedition To Banten Of 1808 In The National Museum Of Indonesia,
2023
NIOD institute and Groningen Institute of Archaeology, University of Groningen
Marginalizing Colonial Violence At The Beginning Of The 21st Century The Representation Of Colonial Military Expedition To Banten Of 1808 In The National Museum Of Indonesia, Adieyatna Fajri
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
The article discusses the narrative of colonial violence attached to the objects displayed in the National Museum of Indonesia in Jakarta. Taking the colonial military expedition to Banten in 1808 as a case study, this paper analyses the exhibition to show the interplay between museum as a product of colonialism and its focus on regionalism, its role in post-colonial nation-state-formation promoting national identity building, and the complexities of addressing violence. It argues that, as the museum engages with the discourse of coloniality and concurrently emphasizes national identity building, it inadvertently marginalizes the narrative of colonial violence. The findings show that, …
Shifting The Historical Narrative Of The Banda Islands; From Colonial Violence To Local Resilience,
2023
University of Luxembourg
Shifting The Historical Narrative Of The Banda Islands; From Colonial Violence To Local Resilience, Joëlla Van Donkersgoed
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
History is a representation of the past based on (written) knowledge which has been passed on from one generation to the next, with a preference given to written sources from a Eurocentric tradition. However, written sources about (former) colonial territories are a product of the colonial system in which they were produced. Acknowledging the biases in these archives, therefore, opens the way for acceptance of other forms of knowledge which were previously deemed “not objective” in Eurocentric historical disciplines. This paper presents several examples from the Banda Islands in Maluku province in Indonesia to attest that, by placing contemporary perceptions …
Exemplary Centre And "Terra Incognita"; Excursions, Diplomacy, And Appropriation Of Colonial Knowledge In Belu, Timor,
2023
Linnaeus University
Exemplary Centre And "Terra Incognita"; Excursions, Diplomacy, And Appropriation Of Colonial Knowledge In Belu, Timor, Hans Hägerdal
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
The article analyses early European knowledge about Belu, a historical region in Central Timor which, although “belonging” mostly to the Dutch colonial sphere, still had a position of cultural-ritual centrality on a Timor-wide level. Before the mid-nineteenth century, the region was, from a Dutch point of view, largely unknown in terms of political hierarchies, social structure, and economic opportunities. However, three officially commissioned authors, A.G. Brouwer, W.L. Rogge, and H.J. Grijzen, wrote extensive reports about Belu in 1849, 1865, and 1904, in which they attempted to understand local society and the opportunities they offered the colonial state. The article explores …
The Archive Of Faces And The Archive Of Plaster; Reading Anthropological Facial Plaster-Casts Taken From Living Individuals From The Former Netherlands East Indies,
2023
Vrije Universiteit Amsterdam
The Archive Of Faces And The Archive Of Plaster; Reading Anthropological Facial Plaster-Casts Taken From Living Individuals From The Former Netherlands East Indies, Laetitia Lai
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia
This article introduces two interconnected approaches to provenance research on anthropological facial plaster-casts taken from living individuals. It focuses on three series of facial casts taken by Dutch anthropologist Johannes Pieter Kleiweg de Zwaan (1875-1971) in the Netherlands East Indies in 1907 and 1910. It suggests that “reading” the facial casts as an archive of faces and an archive of plaster has the potential to reveal information systematically left out in their object biographies. Through this reading process, the colonial networks of control and power asymmetries which made the plaster-casting possible are examined. It seeks out additional information to bring …
