Open Access. Powered by Scholars. Published by Universities.®
International and Community Nutrition Commons™
Open Access. Powered by Scholars. Published by Universities.®
- Discipline
-
- Medicine and Health Sciences (4)
- Public Health (4)
- Epidemiology (3)
- Medical Sciences (3)
- Public Health Education and Promotion (3)
-
- Reproductive and Urinary Physiology (3)
- Arts and Humanities (1)
- Diseases (1)
- Food Studies (1)
- Human and Clinical Nutrition (1)
- Nutritional Epidemiology (1)
- Nutritional and Metabolic Diseases (1)
- Other Nutrition (1)
- Other Public Health (1)
- Social and Behavioral Sciences (1)
- South and Southeast Asian Languages and Societies (1)
- Publication
- Publication Type
Articles 1 - 5 of 5
Full-Text Articles in International and Community Nutrition
The Role Of Local Protein Sources In Nutritious And Balanced Complementary Feeding For The Prevention Of Stunting In Infants Aged 6-24 Months, Kysara Aureldy Davonso Matualage, Leonardo Tedjaprasadja, Chy'as Diuranil Astrid Permataputri
The Role Of Local Protein Sources In Nutritious And Balanced Complementary Feeding For The Prevention Of Stunting In Infants Aged 6-24 Months, Kysara Aureldy Davonso Matualage, Leonardo Tedjaprasadja, Chy'as Diuranil Astrid Permataputri
Indonesian Journal of Public Health Nutrition (IJPHN)
Stunting remains a major public health problem in Indonesia, with prevalence rates still above national targets. The complementary feeding period (6–24 months) is a critical window for prevention, during which inadequate protein intake significantly contributes to impaired linear growth. Local animal protein sources offer an accessible and sustainable strategy to improve dietary quality. This study aims to review scientific evidence on the role of local animal protein sources in nutritionally balanced complementary feeding for the prevention of stunting in Indonesian infants aged 6–24 months. A literature review was conducted by systematically searching scientific databases for studies published between 2020 and …
Hubungan Campak Dengan Berat Badan Kurang Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Indonesia (Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia 2021), Wiandhari Esa Gautami, Mondastri Korib Sudaryo
Hubungan Campak Dengan Berat Badan Kurang Pada Anak Usia 24-59 Bulan Di Indonesia (Analisis Data Survei Status Gizi Indonesia 2021), Wiandhari Esa Gautami, Mondastri Korib Sudaryo
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Berat badan kurang atau underweight merupakan masalah gizi kurang yang diukur dengan perbandingan berat badan dan umur. Berat badan kurang pada balita akan mempengaruhi pertumbuhan fisik, kemampuan kognitif, meningkatkan risiko kematian dan penularan infeksi penyakit, salah satu penyakit infeksi yang umum terjadi pada balita adalah campak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan infeksi campak dengan berat badan kurang pada balita usia 24-59 bulan di Indonesia, dengan mengontrol variabel kovariat diantaranya jenis kelamin, usia, pendidikan ibu BBLR, riwayat TB paru, riwayat diare, riwayat ISPA, riwayat imunisasi campak dan pola makan. Studi ini menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) di 34 …
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perempuan Melakukan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks : A Scoping Review, Prila Khairunnisa, Sudarto Ronoatmodjo, Sabarinah Prasetyo
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perempuan Melakukan Pemeriksaan Dini Kanker Serviks : A Scoping Review, Prila Khairunnisa, Sudarto Ronoatmodjo, Sabarinah Prasetyo
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Berdasarkan laporan dari The Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2020, kasus terbaru kanker serviks di Indonesia sebanyak 36.633 jiwa (17,2%) menempati posisi kedua setelah kanker payudara dan menempati posisi ketiga penyebab kematian akibat kanker. Secara nasional hanya sebanyak 8,3% perempuan usia 30-50 tahun yang melakukan pemeriksaan dini kanker serviks melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA test) dan kanker payudara dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji dan menemukan bukti berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan dini kanker serviks pada perempuan di Indonesia. Scoping Review digunakan untuk menafsirkan hasil sesuai dengan evidence based dengan menerapkan kriteria inklusi …
Silent Killers: Diabetes And The Active Ignorance Of Noncommunicable Disease In Bali, Madeleine Lambert
Silent Killers: Diabetes And The Active Ignorance Of Noncommunicable Disease In Bali, Madeleine Lambert
Independent Study Project (ISP) Collection
In this paper, I will explore the growing burden of non-communicable diseases and specifically diabetes in Bali. I will study the general publics’ awareness and behaviors about noncommunicable diseases, as well as the attitudes and behaviors of diabetic patients towards their own condition. Furthermore, I will explore the diagnosis, treatment, and outcomes of diabetes, as well as the impact of the Indonesian national healthcare reform of 2014 on these issues. My objectives in this study were to explore the perspectives of both patients and healthcare providers towards diabetes, and to compare and contrast these perspectives both against each other and …
Pengaruh Jarak Kelahiran Terhadap Kematian Bayi Di Indonesia, Filipina, Dan Kamboja (Analisis Data Survei Demografi Kesehatan), Adelina Fitri, Asri Adisasmita, Renti Mahkota
Pengaruh Jarak Kelahiran Terhadap Kematian Bayi Di Indonesia, Filipina, Dan Kamboja (Analisis Data Survei Demografi Kesehatan), Adelina Fitri, Asri Adisasmita, Renti Mahkota
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia
Kematian bayi didefinisikan sebagai kematian yang terjadi pada tahun pertama kehidupan. Angka kematian bayi di Indonesia dan Kamboja sendiri masih berada diatas AKB Asia Tenggara, sedangkan Filipina sudah sama dengan AKB Asia Tenggara. Jarak kelahiran merupakan salah satu faktor yang memegang peran penting pada kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak kelahiran terhadap kematian bayi di Indonesia, Filipina dan Kamboja. Penelitian menggunakan data dari Demographic Health Survey (DHS). Desain penelitian adalah cross sectional dan sampel pada masing-masing negara berjumlah 10.162, 4.741 dan 4.330 bayi. Hasil penelitian memperlihatkan, jarak kelahiran < 18 bulan memiliki risiko paling besar terhadap kematian bayi di Indonesia (OR = 2,43: 95% CI 1,26 - 4,70), Kamboja (OR = 4,39: 95% CI 1,76 - 10,94) dibandingkan jarak kelahiran 18 - 23 bulan, 24 - 35 bulan dan > 36 bulan. Sedangkan di Filipina jarak kelahiran 18 …