Open Access. Powered by Scholars. Published by Universities.®

Nutrition Commons™

Open Access. Powered by Scholars. Published by Universities.®

Articles 61 - 64 of 64

Full-Text Articles in Nutrition

Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Derajat 1 Di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu Ptm) Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung Tahun 2016, Teguh Dhika Rohkuswara, Syahrizal Syarif Jul 2017

Hubungan Obesitas Dengan Kejadian Hipertensi Derajat 1 Di Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu Ptm) Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung Tahun 2016, Teguh Dhika Rohkuswara, Syahrizal Syarif

Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia

Hipertensi sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan di dunia termasuk Indonesia. Prevalensi hipertensi di Indonesia, cukup tinggi yaitu sebesar 25,8% (Riskesdas, 2013). Sebagian besar penderita hipertensi termasuk dalam kelompok hipertensi derajat 1 dan separuhnya tidak menyadari sebagai penderita. Hipertensi bukan penyakit kausal tunggal, ada berbagai faktor yang berkontribusi terhadap munculnya hipertensi, salah satunya yang sering ditemukan adalah obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya hubungan antara obesitas dengan kejadian hipertensi derajat 1 di Posbindu PTM Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandung. Desain penelitian adalah cross sectional, menggunakan data sekunder kegiatan Posbindu PTM KKP Bandung tahun 2016. Subjek penelitian adalah pegawai instansi …


Pengaruh Konsumsi Fruktosa Pada Minuman Kemasan Terhadap Toleransi Glukosa Terganggu Pada Kelompok Usia Muda Di Perkotaan Di Indonesia, Nicolaski Lumbuun, Nasrin Kodim Jul 2017

Pengaruh Konsumsi Fruktosa Pada Minuman Kemasan Terhadap Toleransi Glukosa Terganggu Pada Kelompok Usia Muda Di Perkotaan Di Indonesia, Nicolaski Lumbuun, Nasrin Kodim

Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia

Peningkatan konsumsi minuman kemasan (soft drinks/ bevereges) tampak nyata di dunia, termasuk Indonesia. Peningkatan ini terutama terjadi di kelompok usia muda. Konsumsi minuman tersebut berkaitan dengan gangguan metabolik, antara lain obesitas, toleransi glukosa terganggu (TGT) dan diabetes melitus. Hal ini disebabkan penggunaan pemanis tinggi fruktosa (high fructose corn syrup, HFCS). TGT terutama menjadi masalah kesehatan serius karena umumnya tidak menunjukkan gejala dan terlambat untuk dideteksi sehingga sering kali telah berprogresi menjadi diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan konsumsi tinggi fruktosa dengan kejadian TGT pada usia muda, serta prevalensi kekerapan mengkonsumsi minuman tinggi fruktosa, baik secara nasional maupun pada …


Prediktor Kejadian Tb Pada Odha Di Salah Satu Rs Pemerintah Bogor, Tahun 2014-2016, Ulya Qoulan Karima, Mondastri Korib Sudaryo, Nuning Maria Kiptiyah Jul 2017

Prediktor Kejadian Tb Pada Odha Di Salah Satu Rs Pemerintah Bogor, Tahun 2014-2016, Ulya Qoulan Karima, Mondastri Korib Sudaryo, Nuning Maria Kiptiyah

Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia

TB merupakan tantangan bagi pengendalian Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) karena merupakan infeksi oportunistik terbanyak pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA). TB dapat meningkatkan progresivitas HIV dan meningkatkan risiko kematian bagi penderita HIV. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prediktor yang berhubungan dengan kejadian TB pada ODHA di salah satu RS tahun 2014-2016. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan menggunakan data register ART dan Rekam Medis. Sampel berjumlah 817 pasien HIV. Analisis data dilakukan dengan menggunakan multiple cox regression. Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya peningkatan risiko TB pada kelompok dengan anemia (PR=1,54, 95% CI: 1,17-2,03) dibandingkan kelompok tanpa anemia, adanya …


Pengaruh Jarak Kelahiran Terhadap Kematian Bayi Di Indonesia, Filipina, Dan Kamboja (Analisis Data Survei Demografi Kesehatan), Adelina Fitri, Asri Adisasmita, Renti Mahkota Jul 2017

Pengaruh Jarak Kelahiran Terhadap Kematian Bayi Di Indonesia, Filipina, Dan Kamboja (Analisis Data Survei Demografi Kesehatan), Adelina Fitri, Asri Adisasmita, Renti Mahkota

Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia

Kematian bayi didefinisikan sebagai kematian yang terjadi pada tahun pertama kehidupan. Angka kematian bayi di Indonesia dan Kamboja sendiri masih berada diatas AKB Asia Tenggara, sedangkan Filipina sudah sama dengan AKB Asia Tenggara. Jarak kelahiran merupakan salah satu faktor yang memegang peran penting pada kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak kelahiran terhadap kematian bayi di Indonesia, Filipina dan Kamboja. Penelitian menggunakan data dari Demographic Health Survey (DHS). Desain penelitian adalah cross sectional dan sampel pada masing-masing negara berjumlah 10.162, 4.741 dan 4.330 bayi. Hasil penelitian memperlihatkan, jarak kelahiran < 18 bulan memiliki risiko paling besar terhadap kematian bayi di Indonesia (OR = 2,43: 95% CI 1,26 - 4,70), Kamboja (OR = 4,39: 95% CI 1,76 - 10,94) dibandingkan jarak kelahiran 18 - 23 bulan, 24 - 35 bulan dan > 36 bulan. Sedangkan di Filipina jarak kelahiran 18 …