Open Access. Powered by Scholars. Published by Universities.®
- Institution
-
- Universitas Indonesia (457)
- Seattle University School of Law (207)
- University of Michigan Law School (140)
- BLR (34)
- Singapore Management University (30)
-
- Brooklyn Law School (29)
- DePaul University (29)
- Maurer School of Law: Indiana University (27)
- Saint Joseph University of Beirut (26)
- William & Mary Law School (24)
- Cornell University Law School (23)
- Villanova University Charles Widger School of Law (22)
- University of Georgia School of Law (20)
- Yeshiva University, Cardozo School of Law (20)
- Touro University Jacob D. Fuchsberg Law Center (17)
- UIC School of Law (15)
- Vanderbilt University Law School (14)
- University of Arkansas Little Rock (13)
- Pepperdine University (12)
- Texas A&M University School of Law (12)
- University of Richmond (12)
- University of Colorado Law School (11)
- Washington and Lee University School of Law (11)
- Penn State Dickinson Law (9)
- University of Missouri-Kansas City School of Law (9)
- University of Washington School of Law (9)
- Northwestern Pritzker School of Law (8)
- The University of Akron (8)
- University of Kentucky (8)
- West Virginia University (8)
- Keyword
-
- Contracts (142)
- Uniform Commercial Code (92)
- Commercial Law (74)
- Notaris (66)
- UCC (50)
-
- Contract (36)
- Corporations (36)
- Arbitration (32)
- Commercial law (30)
- Law and Economics (28)
- Sales (28)
- Economics (26)
- Law (25)
- Article 2 (23)
- Akta Jual Beli (20)
- Law and Society (20)
- Contract formation (18)
- Contract law (16)
- International Law (16)
- PPAT (16)
- CISG (15)
- Corporate Law (15)
- Liability (15)
- Buyers (14)
- Damages (14)
- Breach of contract (13)
- Courts (13)
- Jurisprudence (13)
- Sellers (13)
- U.C.C. (13)
- Publication Year
- Publication
-
- Indonesian Notary (453)
- Seattle University Law Review (207)
- Michigan Law Review (79)
- Faculty Scholarship (40)
- Articles (32)
-
- ExpressO (30)
- DePaul Business & Commercial Law Journal (29)
- Research Collection Yong Pung How School Of Law (28)
- Proche-Orient, Études juridiques (26)
- Cornell Law Faculty Publications (20)
- Brooklyn Journal of Corporate, Financial & Commercial Law (19)
- Indiana Law Journal (18)
- Villanova Law Review (1956 - ) (16)
- UIC Law Review (12)
- Scholarly Works (11)
- Vanderbilt Law Review (11)
- Natural Gas Symposium: Contract Solutions for the Future of Regulatory Environment (March 24-25) (10)
- William & Mary Law Review (10)
- Books (9)
- Faculty Works (9)
- Georgia Journal of International & Comparative Law (9)
- Touro Law Review (9)
- William & Mary Business Law Review (9)
- Other Publications (8)
- Washington and Lee Law Review (8)
- West Virginia Law Review (8)
- Catholic University Journal of Law and Technology (7)
- LLM Theses and Essays (7)
- Law Faculty Scholarship (7)
- Pepperdine Dispute Resolution Law Journal (7)
- Publication Type
- File Type
Articles 811 - 840 of 1411
Full-Text Articles in Commercial Law
Notaris / Pejabat Pembuat Akta Tanah (Ppat) Sebagai Pihak Yang Melakukan Wanprestasi Dalam Perjanjian Kerjasama Kajian Terhadap Tanggung Jawab Dalam Jabatannya (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor 75/Pdt/2018/Pt.Yyk), Dian Syaferli
Indonesian Notary
Penelitian ini membahas mengenai Notaris/Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) sebagai pihak yang melakukan wanprestasi dalam perjanjian kerjasama kajian terhadap tanggung jawab dalam jabatannya. Dalam penelitian ini, penulis mengangkat 2 (dua) pokok permasalahan, yang pertama adalah Bagaimana Notaris/PPAT sebagai pihak dalam perjanjian kerjasama yang berkaitan atau tidak dengan lingkup kewenangannya? Sedangkan yang kedua adalah bagaimana kajian dalam Putusan Pengadilan Tinggi Yogyakarta Nomor 75/PDT/2018/PT. YYK atas tindakan wanprestasi terhadap perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Notaris/PPAT? Untuk menjawab permasalahan tersebut digunakan metode penelitian yuridis normatif dengan pendekatan analisis (analytical approach). Hasil analisa adalah perjanjian kerjasama yang dilakukan oleh Tuan MK (Notaris/PPAT) jika dilihat …
Praktik Pembuatan Akta Jual Beli Dengan Blanko Kosong Terkait Dengan Status Tanah Yang Belum Dipecah (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 570/Pdt/2016/Pt.Bdg), Rachmi Siti Awlyanti
Praktik Pembuatan Akta Jual Beli Dengan Blanko Kosong Terkait Dengan Status Tanah Yang Belum Dipecah (Studi Putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 570/Pdt/2016/Pt.Bdg), Rachmi Siti Awlyanti
Indonesian Notary
Sebelum tahun 2012 saat dikeluarkannya Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 8 tahun 2012 tentang Per ubahan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 3 tahun 1997 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 Tentang Pendaftaran Tanah, transaksi jual beli tanah dilakukan dengan menggunakan blanko akta jual beli. Tesis ini membahas mengenai praktik pembuatan akta jual beli bengan blanko kosong terkait dengan status tanah yang belum dipecah, berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 570/PDT/2016/PT.BDG. Permasalahan yang diangkat ialah mengenai keabsahan pembuatan Akta Jual Beli, akibat hukum dari pembuatan akta jual beli dengan blanko kosong, …
Hak Tanggungan Yang Lahir Berdasarkan Akta Jual Beli Yang Cacat Hukum (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 3232 K/Pdt/2017), Shofiah Arasyti
Hak Tanggungan Yang Lahir Berdasarkan Akta Jual Beli Yang Cacat Hukum (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 3232 K/Pdt/2017), Shofiah Arasyti
Indonesian Notary
Tesis ini membahas mengenai Hak Tanggungan yang lahir berdasarkan Akta Jual Beli yang dibuat oleh PPAT. Pembuatan Akta Jual Beli haruslah memenuhi syarat sah perjanjian karena jika tidak terpenuhi syarat sah perjanjian maka dapat menyebabkan akta tersebut menjadi cacat hukum. Permasalahan dalam tesis ini yaitu akibat hukum terhadap hak tanggungan yang lahir berdasarkan akta jual beli yang cacat hukum, perlindungan hukum bagi Bank selaku kreditur sebagai pemegang hak tanggungan yang akta pemberian hak tanggungannya ditetapkan cacat hukum, dan tanggung jawab PPAT yang membuat Akta Jual Beli tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan tipe penelitian deskriptif analitis. …
Tanggung Jawab Notaris Terhadap Akta Jual Beli Saham Tanpa Bukti Pelunasan Dan Bukti Setor (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor : 259/Pdt.G/2017/Pn.Jkt.Sel.), Steven Liem
Indonesian Notary
Tesis ini membahas bahwa suatu perbuatan hukum jual beli saham dalam suatu perseroan terbatas tidak dapat dilihat dari sisi formilnya saja namun pelaksanaan jual beli saham yang tertuang dalam suatu akta otentik harus benar dilaksanakan isinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan deskriptif analitis. Permasalahan yang hendak dibahas dalam tesis ini adalah tentang akta jual beli saham yang tidak didukung oleh bukti pelunasan pembayaran dari pembeli, maka pembeli melakukan wanprestasi karena tidak menjalankan prestasinya yaitu membayar uang pembelian saham tersebut. Akibatnya adalah akta jual beli saham tersebut menjadi tidak sah yang berarti kepemilikan saham tersebut masih merupakan milik penjual. …
Implementasi Peraturan Presiden No 13 Tahun 2018 Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Putusan Nomor 04/Kppu-L/2018), Syarif Husein
Implementasi Peraturan Presiden No 13 Tahun 2018 Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Putusan Nomor 04/Kppu-L/2018), Syarif Husein
Indonesian Notary
Artikel ini membahas tentang kewajiban Notaris yang timbul dari Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2018 jika implementasikan ke dalam ranah Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang berdampak dapat dikenalinya Pemilik Manfaat, sehingga membantu menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat dalam Tender Pengadaan Barang/Jasa. Dalam Tender Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, kerap terjadi persekongkolan dengan berbagai macam cara, salah satunya dengan menggunakan Konsep Pemilik Manfaat, dimana si Pemilik Manfaat mengendalikan beberapa Perusahaan untuk menjadi Peserta Tender, dan menciptakan Tender yang kolusif. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif Analitis. Hasil Penelitian menyarankan bahwa dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sebaiknya melibatkan Notaris, terutama saat pembuatan Kontrak, sehingga Notaris dapat …
Perlindungan Hukum Pembeli Beritikad Baik Dan Pertanggungjawaban Notaris Terhadap Penyerahan Kembali Sertipikat Sebagai Objek Dalam Pengikatan Jual Beli (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 623/Pdt.G/2016/Pn.Dps), Syarifah Nurul Aziizi
Indonesian Notary
Artikel ini mengenai perlindungan hukum pembeli beritikad baik dan pertanggungjawaban Notaris terhadap penyerahan kembali sertipikat sebagai objek dalam pengikatan jual beli. Pokok permasalahan dalam artikel ini adalah bentuk perlindungan hukum bagi pembeli yang beritikad baik yang objek jual belinya diserahkan kembali kepada penjual. Jenis penelitian yang digunakan ialah yuridis normatif dengan bentuk penelitian berupa deskriptif analitis. Hasil penelitian terhadap putusan pengadilan negeri Denpasar nomor 623/Pdt.G/2016/PN.Dps ini adalah kurangnya perlindungan hukum bagi pembeli beritikad baik yang telah membayar lunas objek jual beli berdasarkan akta pengikatan jual beli lunas, dan amar putusan yang kurang memberi keadilan bagi pembeli. Selanjutnya notaris yang menyerahkan …
Penerapan Prinsip Cross Default Dan Cross Collateral Pada Perjanjian Kredit Dengan Agunan Hak Atas Tanah (Studi Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.), Muhammad Irfan Hielmy
Penerapan Prinsip Cross Default Dan Cross Collateral Pada Perjanjian Kredit Dengan Agunan Hak Atas Tanah (Studi Pt. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.), Muhammad Irfan Hielmy
Indonesian Notary
Pemberian kredit yang melibatkan lebih dari satu kreditur maupun debitur menjadi hal yang sering dijumpai mengingat kemampuan kreditur dan debitur yang terbatas, hal ini mengakibatkan terdapat lebih dari satu hubungan hukum, untuk menjamin terlunasinya utang debitur, hak atas tanah seringkali dijadikan sebagai agunan bersama terhadap beberapa perjanjian kredit tersebut. Dalam kondisi demikian, Bank atau Notaris mencantumkan klausul cross default dan cross collateral, guna menjamin kepentingan bank dalam rangka eksekusi agunan bilamana terjadi wanprestasi, dengan adanya klausula cross default maka bilamana debitur wanprestasi terhadap satu perjanjian kredit, maka perjanjian kredit yang memiliki klausula cross default dengan perjanjian kredit tersebut akan berada …
Implikasi Hukum Terhadap Perbuatan Melawan Hukum Dalam Perjanjian, Akta Kuasa Dan Akta Jual Beli Yang Dibuat Oleh Notaris/Ppat (Studi Kasus: Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 57/Pdt.G/2018/Pn.Dps.Tahun 2018), Yeane Marlina Siregar
Indonesian Notary
Artikel ini membahas mengenai permasalahan implikasi hukum terhadap perjanjian, akta kuasa menjual dan akta jual beli yang dibuat oleh Notaris/PPAT (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 57/Pdt.G/2018/PN.Dps. Tahun 2018). Pokok permasalahan dalam tesis ini adalah mengenai akibat hukum dan tanggung jawab Notaris selaku PPAT dalam pembuatan perjanjian dimana salah satu pihak memberikan cap jempol di surat-surat yang tidak dibacakan dan dijelaskan isinya oleh Notaris dan/atau PPAT yang kemudian terbit perjanjian jual beli, akta kuasa menjual dan akta jual beli yang dibuat dihadapan Notaris/PPAT Kota Denpasar. Penulis mengadakan penelitian atas kasus itu dengan jenis penelitian yuridis normatif, sifat penelitiannya deskriptif …
Bentuk Dan Substansi Cacat Yuridis Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Kajian Dalam Prespektif Kebatalan Dan Degradasi Kekuatan Bukti (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 92/Pdt.G/2018/Pn. Dps), Kevin Ramadhan Saputra Djamaswar
Bentuk Dan Substansi Cacat Yuridis Akta Pejabat Pembuat Akta Tanah Kajian Dalam Prespektif Kebatalan Dan Degradasi Kekuatan Bukti (Studi Putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 92/Pdt.G/2018/Pn. Dps), Kevin Ramadhan Saputra Djamaswar
Indonesian Notary
Tesis ini membahas mengenai bentuk dan substansi cacat yuridis akta Pejabat Pembuatan Akta Tanah dikaji dalam prespektif kebatalan dan degradasi kekuatan bukti. Pokok permasalahan adalah mengenai cacat yuridis Akta Jual Beli serta implikasinya dalam putusan pengadilan terhadap cacat yuridis Akta Jual Beli. Penulis mengadakan penelitian dengan metode penelitian yang bersifat yuridis normatif, tipologi penelitiannya bersifat deskriptif analitis, dan teknik analisis datanya secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bentuk substansi dan fungsi akta PPAT dalam pendaftaran tanah yaitu sesuai pada kasus putusan, bentuk perbuatan hukum atau bentuk formil dari perbuatan jual beli adalah berbentuk Akta Jual Beli yang merupakan produk PPAT …
Perlindungan Hukum Terhadap Pembeli Beritikad Baik Dalam Jual Beli Tanah Di Kota Solok (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1826 K/Pdt/2014), Yadzka Nafis
Indonesian Notary
Penelitian ini mengkaji mengenai jual beli terhadap sebidang tanah yang ternyata diketahui belakangan bahwa tanah tersebut berstatus tanah ulayat kaum yang terjadi dalam kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 1826 K/Pdt/2014. Mak Siri Dt Tan Aceh, dahulu menempati sebidang tanah, yang mana merupakan tanah ulayat kaumnya. Kemudian ia mensertifikatkan tanah tersebut atas nama dirinya. Setelah bersertifikat atas nama dirinya, ia menjual tanah tersebut kepada Tergugat 1 untuk kemudian Tergugat 1 menjual tanah tersebut kepada Tergugat 2. Permasalahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah tanah ulayat yang dimiliki secara kolektif seharusnya tidak dapat dijual, apabila terjadi jual beli maka tanah ulayat harus …
Kekuatan Hukum Cover Note Yang Dibuat Oleh Notaris Berkaitan Dengan Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit Di Pt Bank Bni Cabang Pare-Pare (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Makassar Nomor 49/Pid.Sus.Tpk/2018/Pt.Mks), Ratih Puspitasari Winarso
Kekuatan Hukum Cover Note Yang Dibuat Oleh Notaris Berkaitan Dengan Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit Di Pt Bank Bni Cabang Pare-Pare (Studi Kasus Putusan Pengadilan Tinggi Makassar Nomor 49/Pid.Sus.Tpk/2018/Pt.Mks), Ratih Puspitasari Winarso
Indonesian Notary
Sumber dana yang diperoleh dari fasilitas kredit yang diberikan oleh Bank kepada para pelaku usaha dicairkan apabila perjanjian kredit telah ditandatangani oleh debitur dan kreditur. Perjanjian Kredit tersebut diikuti dengan jaminan yang mengikatnya. Terhadap jaminan tersebut, apabila masih dalam proses pengerjaan dokumen maupun akta-akta nya maka diterbitkanlah Cover Note yang dibuat oleh Notaris dalam kedudukannya sebagai PPAT. Permasalahan dalam tesis ini mengenai tugas, kewenangan dan bentuk pertanggung jawaban Notaris/PPAT atas Cover Note yang dibuatnya sebagai jaminan Perjanjian Kredit terkait kredit macet. Selain itu, akan dibahas juga mengenai kekuatan hukum Cover Note yang dibuat oleh Notaris dalam Perjanjian Kredit yang dikaitkan …
Sinkronisasi Aturan Kutipan Risalah Lelang Berdasarkan Peraturan Dirjen Kekayaan Negara Nomor 5/Kn/2017 Tentang Risalah Lelang Dengan Vendu Reglement Dan Pmk Nomor 27/Pmk.06/2016, Daniel Alusinsing
Indonesian Notary
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengemukakan sebuah kajian terkait sinkronisasi terhadap aturan mengenai Kutipan Risalah Lelang yang diatur berdasarkan Peraturan Dirjen Kekayaan Negara Nomor 5/KN/2017 tentang Risalah Lelang dengan aturan dokumen Kutipan pada peraturan perundang-undangan lainnya di bidang lelang, yaitu Undang-undang Lelang (Vendu Reglement) dan PMK No. 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang. Melalui diterbitkannya Perdirjen KN No. 5/KN/2017 ditetapkan jumlah halaman Kutipan Risalah Lelang adalah sekitar tiga hingga empat lembar yang mana kebijakan tersebut akan dianalisis dari segi bentuk, format dan konten (syarat dan ketentuan) menurut ketentuan KUHPerdata maupun peraturan perundang-undangan di bidang lelang. Penelitian yang menggunakan metode Yuridis …
Keabsahan Dan Tanggung Jawab Hukum Atas Akta Jual Beli Dengan Pemalsuan Identitas Penghadap Dan Kuasa Yang Cacat Hukum (Studi Putusan Mahkamah Agung Ri Nomor 1979/K.Pdt/2016), Latifah Puspa Herwido
Keabsahan Dan Tanggung Jawab Hukum Atas Akta Jual Beli Dengan Pemalsuan Identitas Penghadap Dan Kuasa Yang Cacat Hukum (Studi Putusan Mahkamah Agung Ri Nomor 1979/K.Pdt/2016), Latifah Puspa Herwido
Indonesian Notary
Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) memiliki kewenangan membuat akta, salah satunya perbuatan hukum jual beli. Pada praktiknya, Pejabat Pembuat Akta Tanah seringkali lalai dalam hal pemeriksaan identitas penghadap yang datang kepada PPAT, seperti kasus yang terdapat dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1979/K.Pdt/2016, PPAT membuat Akta Jual Beli dengan dasar kuasa yang cacat hukum atau tidak berlaku untuk perbuatan hukum yang dicantumkan di dalam akta. Tidak hanya itu, penghadap yang datang ke PPAT bukan merupakan penghadap yang sebenarnya, terdapat unsur manipulasi atau pemalsuan. Akibatnya, permasalahan yang timbul dari putusan tersebut ialah keabsahan dari Akta Jual Beli yang dibuat berdasarkan kuasa yang …
Tangggung Jawab Notaris Terhadap Pemilik Hak Atas Dokumen Pertanahan Yang Diserahkan Kepada Pihak Yang Tidak Berhak (Putusan Nomor: 16/Pts-Mpwn Provinsi Jawa Barat/X/2018 Dan Putusan Nomor 06/B/Mppn/Vii/2019, Prabawati Claraningtyas
Tangggung Jawab Notaris Terhadap Pemilik Hak Atas Dokumen Pertanahan Yang Diserahkan Kepada Pihak Yang Tidak Berhak (Putusan Nomor: 16/Pts-Mpwn Provinsi Jawa Barat/X/2018 Dan Putusan Nomor 06/B/Mppn/Vii/2019, Prabawati Claraningtyas
Indonesian Notary
Notaris merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat akan suatu alat bukti yang kuat. Notaris sebagai pejabat umum mempunyai kewajiban, salah satunya membuat akta yang dikehendaki para pihak. Meskipun ketentuan mengenai notaris sudah diatur sedemikian rupa dalam standar profesi, dalam prakteknya masih ditemukan kasus pelanggaran atas kewajiban notaris. Terdapat suatu fenomena di mana seorang notaris menyerahkan sertipikat kepemilikan hak kepada pihak ketiga yang mana hal tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan pemilik hak. Permalahan dalam tesis ini adalah mengenai tanggung jawab notaris kepada pemilik hak atas dokumen pertanahan yang diserahkan kepada pihak yang tidak berhak. Tanggung jawab tersebut dapat berupa tanggung jawab perdata, pidana …
Keabsahan Akta Pembagian Hak Bersama Atas Dasar Surat Keterangan Ahli Waris Yang Diregister Oleh Kepala Desa/Lurah Dan Camat Yang Palsu Atau Dipalsukan (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 688 K/Pid/2017), Nizar Satrio Wicaksono
Keabsahan Akta Pembagian Hak Bersama Atas Dasar Surat Keterangan Ahli Waris Yang Diregister Oleh Kepala Desa/Lurah Dan Camat Yang Palsu Atau Dipalsukan (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung Nomor 688 K/Pid/2017), Nizar Satrio Wicaksono
Indonesian Notary
Surat keterangan waris merupaka salah satu syarat terbitnya akta pembagian hak bersama sebagaimana diatur dalam Pasal 111 ayat 1 huruf c angka 4, Peraturan Menteri Agraria Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997, sehingga keberadaannya merupakan hal yang penting. Namun demikian, bukan berarti Notaris/PPAT memiliki kekuasaan yang besar dalam pembuatan Surat Keterangan Waris tersebut, segala informasi yang ada dalam isi Surat Keterangan Waris harus didapatkan dari pihak-pihak yang ada dalam Surat Keterangan Waris tersebut, bukan secara serta merta Notaris /PPAT mengisi isi Surat Keterangan Waris sesuai dengan keinginannya dengan maksud suatu tujuan tertentu. Notaris/PPAT yang mengisi isi Surat Keterangan …
Considering Law And Macroeconomics, Anna Gelpern, Adam J. Levitin
Considering Law And Macroeconomics, Anna Gelpern, Adam J. Levitin
Georgetown Law Faculty Publications and Other Works
The worst financial and economic crisis to hit the world’s richest economies since the Great Depression inspired a flood of scholarship that straddled the disciplines of law and macroeconomics. With few exceptions, this crisis scholarship did not set out to build a new interdisciplinary movement and did not claim the legacy of earlier efforts to mine the intersection of law and macroeconomics. What are we to make of this moment ten years on? Could Law and Macroeconomics (#LawMacro for short) be an important new turn in legal and economic thought, a casual interdisciplinary tryst on the margins of a hundred-year …
Mechanisms For Consultation And Free, Prior And Informed Consent In The Negotiation Of Investment Contracts, Sam Szoke-Burke, Kaitlin Cordes
Mechanisms For Consultation And Free, Prior And Informed Consent In The Negotiation Of Investment Contracts, Sam Szoke-Burke, Kaitlin Cordes
Northwestern Journal of International Law & Business
Investor-state contracts are regularly used in low- and middle-income countries to grant concessions for land-based and natural resource investments, such as agricultural, extractive industry, forestry, or renewable energy projects. These contracts are rarely negotiated in the presence of, or with meaningful input from, the people who risk being adversely affected by the project. This practice will usually risk violating requirements for meaningful consultation, and, where applicable, free, prior and informed consent (FPIC), and is particularly concerning when the investor-state contract gives the investor company rights to lands or resources over which local communities have legitimate claims.
This article explores how …
Crowding Out Theory: Protecting Shareholders By Balancing Executives’ Incentives In France, The United States, & China, Palden Flynn
Crowding Out Theory: Protecting Shareholders By Balancing Executives’ Incentives In France, The United States, & China, Palden Flynn
Northwestern Journal of International Law & Business
This paper explores the differences between executive compensation regimes in France, the United States, and China. It asks whether there is a link between state regulation of real options as a form of executive compensation and state regulation of shareholder protections. This paper argues that if a country regulates the use of real options as compensation, then that country is also more likely to have strong shareholder protection laws. This argument seems to be true based on a descriptive review of executive compensation law and shareholder protections in France, the United States, and China.
If it is true that countries …
Revisiting The Enforceability Of Online Contracts: The Need For Unambiguous Assent To Inconspicuous Terms, Tom Mozingo
Revisiting The Enforceability Of Online Contracts: The Need For Unambiguous Assent To Inconspicuous Terms, Tom Mozingo
Seattle University Law Review
In determining the enforceability of online contracts, namely those formed from the use of smartphone applications, courts typically look to whether the contract terms were reasonably conspicuous or communicated to the consumer. With the rise of “browse-wrap” contracts, where terms are not directly communicated to the consumer or where the consumer is not required to click the equivalent of an “I agree” button clearly manifesting assent to the terms, courts have inconsistently applied the reasonable communicativeness standard to the detriment of consumers and application developers alike. This Comment will explore the development of browse-wrap contracting jurisprudence and the need to …
In Memory Of Professor James E. Bond, Janet Ainsworth
In Memory Of Professor James E. Bond, Janet Ainsworth
Seattle University Law Review
Janet Ainsworth, Professor of Law at Seattle University School of Law: In Memory of Professor James E. Bond.
Demystifying Unconscionability: An Historical And Empirical Analysis, Brian Mccall
Demystifying Unconscionability: An Historical And Empirical Analysis, Brian Mccall
Faculty Articles
The doctrine of unconscionability is encrusted with myths. First year law students are taught that the doctrine was created in the twentieth century. Unconscionability is often presented as a novel one, born in the Uniform Commercial Code’s adoption of Section 2-302 in the mid-twentieth century. Even those scholars who are willing to look a bit further afield than the twentieth century for the origins of the unconscionability doctrine typically only reach the mid eighteenth century. In addition to myths surrounding its origin, the doctrine has been presented as a dangerously vague and imprecise concept. Commentators and scholars have likewise characterized …
Pre-Game Strategy For Long-Term Win: Using Trademark Registration And Right Of Publicity To Protect Esports Gamers, John Bat
Catholic University Journal of Law and Technology
The soaring popularity of esports across the globe has turned ultra-talented gamers into a blend of athlete and entertainer. The youthful esports ecosystem is exploding in growth, and the world is taking notice. But are the gamers who are eyeing professional play taking basic legal steps to develop and shield their brands, as well as bolster their collective negotiating leverage with teams, leagues, and miscellaneous entities? This note explores what features of an up-and-coming esports gamer might be worth protecting through a trademark and/or personality-rights schema, which in turn, could assist competitive gamers who are interested in developing their careers …
Identifying Fundamental Breach Of Articles 25 And 49 Of The Cisg: The Good Faith Duty Of Collaborative Efforts To Cure Defects - Make The Parties Draw A Line In The Sand Of Substantiality, Yasutoshi Ishida
Michigan Journal of International Law
Article 49(1) of the CISG allows buyers of international goods to avoid their sales contracts “if the failure by the seller to perform . . . amounts to a fundamental breach.” A breach is “fundamental,” as defined by CISG article 25, when it causes the buyer such detriment “as substantially to deprive him of what he is entitled to expect under the contract.” This definition is followed by the so-called “foreseeability test,” an “unless” clause that excepts the situation where “the party in breach did not foresee[,] and a reasonable person of the same kind in the same circumstances would …
Contract Interpretation And The Parol Evidence Rule: Toward Conceptual Clarification, Joshua M. Silverstein
Contract Interpretation And The Parol Evidence Rule: Toward Conceptual Clarification, Joshua M. Silverstein
Law Faculty Scholarship
Contract interpretation is one of the most important topics in commercial law. Unfortunately, the law of interpretation is extraordinarily convoluted. In essentially every American state, the jurisprudence is riddled with inconsistency and ambiguity. This causes multiple problems. Contracting parties are forced to expend additional resources when negotiating and drafting agreements. Disputes over contractual meaning are more likely to end up in litigation. And courts make a greater number of errors in the interpretive process. Together, these impacts result in significant unfairness and undermine economic efficiency. Efforts to remedy the doctrinal incoherence are thus warranted.
The goal of this Article is …
There Oughta Be A Law: What Corporate Social Responsibility Can Teach Us About Consumer Contract Formation, Colin P. Marks
There Oughta Be A Law: What Corporate Social Responsibility Can Teach Us About Consumer Contract Formation, Colin P. Marks
Faculty Works
This Article examines the American Law Institute’s Restatement of the Law of Consumer Contracts, with particular focus on Section 2 and its adoption of the rolling contract theory and notice-based assent to standard terms. Tracing the doctrinal roots of this approach to ProCD v. Zeidenberg and its progeny, the Article situates contemporary consumer contract formation within broader debates over assent, efficiency, and fairness in both offline and online transactions. Rather than engaging solely in doctrinal critique, the Article draws on corporate social responsibility (CSR) literature to argue that market forces alone are insufficient to regulate how businesses present standard terms …
Smart Contracts And The Illusion Of Automated Enforcement, Danielle D'Onfro
Smart Contracts And The Illusion Of Automated Enforcement, Danielle D'Onfro
Scholarship@WashULaw
This symposium essay explores the barriers to deploying smart contracts in the consumer finance space: the humans themselves, existing consumer protection laws, and the other businesses who have financial contracts with consumers but that cannot deploy smart contracts. These three barriers render perfectly automated enforcement all but impossible. Nevertheless, there may be room for modifiable smart contracts in the consumer financial space although these contracts may be only marginally more efficient than traditional contracts.
Table Of Contents, Seattle University Law Review
Table Of Contents, Seattle University Law Review
Seattle University Law Review
Table of Contents
Cyber Insurance Today: Saving It Before It Needs Saving, Angela Nieves
Cyber Insurance Today: Saving It Before It Needs Saving, Angela Nieves
Catholic University Journal of Law and Technology
Cyber insurance, which covers a company’s losses and costs stemming from a cyberattack, represents a nearly $5 billion global market. But have stakeholders shaped a sustainable model? This article analyzes contrasting claims about the viability of cyber insurance. It proposes measures to ensure the survival of the cyber insurance market, which should be immediately addressed given the current state of the world and the fact that even pre-COVID-19, businesses worldwide stood to lose over $5.2 trillion over the next five years due to cybercrimes. Unless action is taken to mitigate the fallout from cyber events, the cyber insurance market will …
Tuition As A Fraudulent Transfer, David G. Carlson
Tuition As A Fraudulent Transfer, David G. Carlson
Articles
Bankruptcy trustees are suing universities because the insolvent parent of an adult student has written a tuition check while insolvent. The theory is that the university is the initial transferee of a fraudulent transfer that has provided benefit to the student but not to the parent debtor. This article claims that the university is never the initial transferee of tuition dollars. Rather, the student is. Where the university has no knowledge of parent insolvency, the university can count educating the student as a good faith transfer for value, thus immunizing the university from liability. The unpleasant side effect is that …
Stay In The Fight With Civility And Professionalism, David Spratt
Stay In The Fight With Civility And Professionalism, David Spratt
Scholarly Articles in Law Reviews & Journals
No abstract provided.